Warung
lesehan identik dengan suasana santai tapi bisa diisi dengan hal-hal serius (ser-san).
Dalam istilah pembelajaran ada pilihan utama (mayor) dan tambahan (minor).
Sebagai satu forum informal, kampoengkoe-kreatif
Forum (kkF) adalah kumpulan komunitas (jika ada) dan/atau
orang-orang yang berasal dari berbagai sub sektor kegiatan ekonomi kreatif yang
15 jenis itu, berbincang tentang langkah-langkah nyata untuk menghadirkan satu
lingkungan bagi tumbuh dan berkembangnya (ekosistem)
ekonomi kreatif di Kabupaten Kebumen. Apakah itu berarti belum ada
ekosistem ekonomi kreatif di Kebumen? Tegasnya, ya!. Sekadar gambaran
kasar atau pemetaan sederhana, Kabupaten Kebumen memiliki sekurang-kurangnya 10
dari 15 sub sektor ekonomi kreatif yaitu:
- Kerajinan. Ada beragam
jenis dan skala kegiatan kerajinan yang telah berjalan dan menghasilkan nilai
ekonomi sangat tinggi. Di sepanjang pesisir Pantai Selatan, ada aktivitas
ekonomi produktif: pembuatan emping (Ambal, Buluspesantren dan sekitarnya),
lebih ke Barat (Klirong, Petanahan dan Puring) ada sentra kerajinan anyaman
bambu, sabut kelapa, arang batok kelapa dan sebagainya. Di Kecamatan Ayah mulai
berkembang kegiatan pembuatan abon ikan dan hasil laut. Sedikit ke atas, di
Buayan dan sekitarnya ada sentra kerajinan kain perca yang diprakarsai dan
dikembangkan oleh Irma Suryanti lewat Mutiara Hendicraftnya. Di Karanganyar,
Karanggayam, Sempor dan sekitarnya ada sentra anyaman pandan, tapas dsb.
Sruweng menyimpan potensi kerajinan limbah plastik dll. Singkat kata, aktivitas
ekonomi kreatif di sub sektor kerajinan sangat beragam dan luas. Juga mencakup
nilai ekonomi luar biasa besar. Tetapi, masing-masing jenis kegiatan itu
cenderung masih bersifat individual meski telah ada wadah perajin yang belum
berfungsi optimal agar sub sektor ini sebagai komunitas kreatif. Banyak
pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar sentra-sentra dan kegiatan
produksi barang-barang kerajinan itu memenuhi syarat menjadi sebuah komunitas
kreatif.
- Seni Pertunjukan. Banyak
potensi aktivitas seni pertunjukan tradisional: cepetan, ebleg, kethoprak pesisiran, jamjaneng dll yang ada dan masih
berkativitas. Begitu juga yang modern. Sayang keduanya masih sebatas penyaluran
kegemaran dan kurang digarap maksimal untuk disajikan sebagai suguhan yang
menarik dan layak diapresiasi secara ekonomi.
- Musik. Tak banyak hal
yang bisa dipaparkan di seub sektor ini. Potensi besar yang timbul dan
tenggelam. Keberhasilan Yoda jadi idola tak banyak berpengaruh karena hasil
rekayasa politik yang tidak sehat dan justru berpotensi mematikan tunas-tunas
muda yang ingin mengikuti jejaknya.
- Film, video dan
fotografi sebenarnya sangat potensial berkembang dan bernilai ekonomi. Selain
kebanyakan pelakunya amatir dan sekadar menyalurkan kegemaran, sampai sekarang
belum nampak ada greget untuk menghadirkan komunitas yang terus berproses dan
berkarya.
- Periklanan tak jauh dari
kondisi di atas meski banyak bermunculan agen/ usaha jasa pembuatan iklan.
- Televisi dan Radio.
Masih harus banyak berbenah dalam banyak hal.
- Layanan komputer dan
piranti lunak. Beberapa saat lalu pernah muncul komunitas para penggemar
aplikasi Linux, tapi sekarang sepi. Mungkin perlu dihidupkan lagi dan lebih
intensif bertukar informasi agar menghadirkan karya kreatif. Peluang sangat
besar.
- Permainan kreatif yang
bukan sekadar pemakai, tapi pencipta atau pengembang.
- Desain, masih
mempriharinkan.
- Arsitektur apa lagi.
- Busana/Fesyen, potensi
besar yang harus digarap serius dan sistematis. Setidaknya kita masih bisa
berharap dari para penjahir Tanahsari, Bandungsruni dan Karangsari Kebumen.
Karena fesyen bukan sekadar baju, kaos, celana dll. Aneka tas, asesoris dll
sangat flesibel dan beragam.
- Pasar barang seni masih
perlu disiapkan infrastrukutur dan suprastrukturnya.
- Kuliner, potensial
tumbuh dan berkembang dengan segala variabelnya.
- Percetakan dan
penerbitan masih harus banyak belajar dan menggali potensi internal.
- Riset dan Pengembangan,
jauh panggang dari api.
Dari 15 sub sektor ekonomi
kreatif di atas, menghadirkan ekosistem di Kabupaten Kebumen akan mengalami
banyak kendala dan tantangan. Pertama, melakukan pemetaan secara rinci atas
sub-sub sektor yang paling mungkin diajukan sebagai penggerak yakni: kerajinan,
seni pertunjukan, periklanan, video-film dan fotografi serta televisi dan
radio. Proses pemetaan dapat dilakukan secara mandiri (sebaiknya) dan/atau
bersama Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Waktu yang diperlukan untuk
pemetaan ini sekitar setahun atau lebih. Setelah peta kecil untuk setiap
sub sektor berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah memadukannya sebagai peta
besar yang bisa dibaca untuk bahan pengambilan keputusan menentukan langkah-langkah
lanjutan. Ada yang tertarik memulai ?